fbpx

Perbedaan Rapid Test Antibody-Antigen Covid-19

Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia kian hari makin bertambah. Sampai sekarang, belum bisa diketahui kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan masih menyisakan pertanyaan tentang apa itu rapid test.

Rapid Test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona atau SARS-CoV2.

Rapid test antibodi atau rapid test antigen selama ini digunakan pada orang tanpa gejala (OTG) atau orang yang telah kontak dengan pasien konfirmasi Covid-19. Namun, rapid test antibodi dan atau rapid test antigen dapat digunakan untuk mendeteksi kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasa (PDP) pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM). Perlu menjadi pemahaman bersama, pemeriksaan rapid test antibodi dan atau rapid test antigen hanya merupakan screening awal. Jadi, hasil pemeriksaan rapid test antibodi atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR.

Apa Itu Rapid Test Antibodi?

Rapid test antibodi adalah tes diagnostik cepat Covid-19 untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian. Respon ini berbeda pada setiap orang. Faktor yang berpengaruh, seperti; umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit penyerta. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada komunitas (masyarakat).

Apa Itu Rapid Test Antigen?

Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi saat virus aktif bereplikasi. Itu sebabnya rapid test antigen paling baik dilakukan pada orang yang baru saja terinfeksi. Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi. Rapid test antigen spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah swab orofaring atau swab nasofaring. Pemeriksaan ini dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang memiliki fasilitas biosafety cabinet.

Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi

Jika negatif

  • OTG/ODP/PDP jika rapid test negatif diarahkan untuk melakukan isolasi diri.
  • Jika selama isolasi, gejala memberat, segera ke fasilitas layanan kesehatan
  • Jika tidak muncul peningkatan gejala, 10 hari kemudian ulang rapid test
  • Setelah rapid test ulang ternyata negatif, sakit yang diderita bukan Covid-19. Sedangkan jika positif, real time dites PCR/TCM SARS-CoV-2 Swas/Sputim 2 kali (2 hari berturut-turut
  • Jika hasil tes itu negatif, sakit bukan Covid-19. Sedangkan jika positif, berarti terkonfirmasi Covid-19
  • Pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala, dan ringan bisa melaukan isolasi diri di rumah, sedangkan pasien yang memiliki gejala sedang akan diarahkan dirujuk ke RS darurat, dan pasien yang memiliki gejala berat mesti dirujuk ke RS rujukan

Jika positif

  • OTG/ODP/PDP jika rapid test positif akan langsung diarahkan untuk tes real time PCR/TCM SARS-CoV-2 Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut)
  • Jika hasil tes itu negatif, sakit bukan Covid-19. Sedangkan jika positif, berarti terkonfirmasi Covid-19
  • Pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala, dan ringan bisa melaukan isolasi diri di rumah, sedangkan pasien yang memiliki gejala sedang akan diarahkan dirujuk ke RS darurat, dan pasien yang memiliki gejala berat mesti dirujuk ke RS rujukan

Alur Pemeriksaan Rapid Test Antigen

Jika negatif

  • OTG/ODP/PDP jika rapid test negatif diarahkan untuk melakukan isolasi diri.
  • Jika selama isolasi gejala memberat, segera ke Fasyankes Jika selama isolasi tidak muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, lakukan rapid test antibodi (10 hari kemudian). Jika hasilnya negatif, sakit bukan Covid-19. Sedangkan jika hasilnya positif, harus real time PCR/TCM SARS-CoV-2 Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut)
  • Jika selama isolasi, gejala ISPA muncul dalam kurang dari 10 hari, diarahkan untuk rapid tes antigen ulang. Jika hasilnya negatif, diarahkan untuk rapid test antibodi 10 hari kemudian. Sedangkan jika positif, harus tes real time PCR/TCM SARS-CoV-2 Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut).
  • Jika hasil tes itu negatif, sakit yang dialami berarti bukan Covid-19. Sedangkan jika positif, berarti terkonfirmasi Covid-19
  • Pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala, dan ringan bisa melaukan isolasi diri di rumah, sedangkan pasien yang memiliki gejala sedang akan diarahkan dirujuk ke RS darurat, dan pasien yang memiliki gejala berat mesti dirujuk ke RS rujukan

Jika positif

  • OTG/ODP/PDP jika rapid┬átest positif akan langsung diarahkan untuk tes real time PCR/TCM SARS-CoV-2 Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut)
  • Jika hasil tes itu negatif, sakit bukan Covid-19. Sedangkan jika positif, berarti terkonfirmasi Covid-19
  • Pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala, dan ringan bisa melaukan isolasi diri di rumah, sedangkan pasien yang memiliki gejala sedang akan diarahkan dirujuk ke RS darurat, dan pasien yang memiliki gejala berat mesti dirujuk ke RS rujukan

Dengan memerintahkan masyarakat agar lebih disiplin diam di rumah dan mengurangi kegiatan bepergian, diharapkan pandemi COVID-19 dapat segera berakhir. Meski pandemi COVID-19 belum berakhir, risiko atas penyakit-penyakit lain pun masih tetap ada. Selain mengikuti imbauan pemerintah terkait COVID-19, Anda juga perlu melakukan langkah-langkah lain untuk melindungi kesehatan diri maupun keluarga.

Leave a Comment